kaya harta bukan ukuran utama kemuliaan

♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥

♥Kaya Harta Bukan Ukuran Utama Kemuliaan♥

♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..di dunia ini beragam keadaan manusia ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Bagi orang yang diberi nikmat berupa kekayaaan harta hendaklah tidak menjadikan dirinya tertipu dengan kekayaannya dan mengira bahwa dirinya sebagai manusia yang paling utama dan dimuliakan Allah. Sesungguhnya kedudukan, harta dan tahta tak akan abadi dan bukan penentu kemuliaan seseorang di hadapan Allah , karena orang yang mulia adalah sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini :

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ( QS. Al-Hujurat : 13).

Orang yang kaya hendaklah mempergauli orang miskin dengan baik, tidak menyombongkan diri di hadapannya dan tidak mengungkit-ungkit pemberiannya. Allah memuji orang kaya yang peduli dengan orang miskin dalam rangka mencari keridhaan Alllah dengan firman-Nya. “ Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti ( perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ( pula) mereka bersedih hati.( QS. Al-Baqarah : 262).

Terkadang dalam kondisi tertentu orang yang fakir amat membutuhkan uluran tangan kita sehingga dengan terpaksa meminta-minta.Dalam keadaan seperti ini hendaklah kita tetap menghadapinya dengan ramah dan akhlaq yang baik. Andaikan tak memiliki cukup harta untuk diberikan maka janganlah menghardiknya dengan ucapan atau perbuatan yang menyakitkan.” Dan terhadap orang yang minta-minta janganlah kamu menghardiknya.” ( QS. Adh-Dhuha:10).

Saudaraku..terlepas dari itu semua sesungguhnya siapakah orang yang disebut kaya dan miskin itu?

Sesungguhnya orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak terlalu berangan-angan terhadap sesuatu yang tak ada. Orang yang mulia sebenarnya bukan hanya kaya harta tapi kaya jiwa, kaya hati , kaya budi pekerti, dan perilaku terpuji. Orang yang kaya adalah orang yang mampu bersyukur sehingga merasa cukup atas nikmat yang diberi dan memiliki jiwa yang peduli kepada saudara-saudara yang membutuhkan dengan rela berbagi . Sedangkan oang yang miskin sesungguhnya adalah orang yang selalu merasa kurang dan tidak bersyukur terhadap apapun nikmat yang diberi. Orang yang miskin sejati adalah orang tidak memiliki keimanan, budi pekerti dan lalai dari menuntut ilmu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Saudaraku..apapun keadaan diri kita saat ini andaikan tidak memiliki kekayaan harta maka jadikanlah kaya iman, kaya hati, kaya budi pekerti dan perilaku terpuji sebagai hiasan diri. Tanamkan mutiara syukur ke dalam hati kita karena sesunguhnya nikmat-Nya dan kasih sayang-Nya begitu luasnya terhadap kita. Bersyukurlah atas nikmat apapun yang Dia beri hingga kita mampu merasakan kedamaian dan ketentraman hati dalam menjalani kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: