ketika cinta bersemi

╰♥╮•☆• Ketika Cinta Bersemi •☆•╰♥╮

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya mencintai dan dicintai adalah hak setiap orang yang telah dewasa karena memang kita diberi naluri untuk tertarik terhadap lawan jenis. Namun cinta ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi berdampak baik namun di sisi lain membahayakan jika kita tak mampu mengendalikan. Cinta bisa membuat orang bahagia namun terkadang bisa membuat orang menderita. Banyak pernikahan digelar karena cinta namun banyak juga terjadi perpisahan karena cinta. Atas dorongan cinta kita bisa eksis namun karena cinta pula banyak yang hidupnya berakhir tragis. Cinta itu bisa indah namun bisa pula berbahaya dan menimbulkan fitnah. Oleh karena itu ketika cinta bersemi harus bisa menjaga dan mengendalikan diri agar tidak mendapat murka Ilahi.

Saudaraku..kecenderungan hati antara pemuda dan pemudi yang belum terikat dalam pernikahan harus dikendalikan agar tidak melakukan perbuatan yang diharamkan. Namun sesungguhnya tiada obat yang paling mujarab jika saling mencintai kecuali bersatunya dua hati,dua jiwa dan raga dalam ikatan suci pernikahan.”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.( QS. An-Nur : 32).

Tetapi jika keadaan belum memungkinkan maka bersabarlah, berdo’alah dan berpuasalah.”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( QS. Al- Israa : 32). Puasa yang dimaksud tidak hanya puasa dari makan dan minum namun juga menundukkan pandangan dan menghindari pergaulan bebas dengan lawan jenis. Kemudian banyak berdo’a dan berdzikir tanpa mengganggu berbagai aktifitas kita.

Saudaraku…Sesungguhnya ketika cinta bersemi dalam hati bukan berarti harus kita hancurkan dan kita musnahkan, yang kita perlukan adalah mengendalikan dan mengarahkan agar tidak melanggar syariat-Nya. Kita butuh waktu, kesabaran, dan keyakinan bahwa Allah yang akan mengatur segalanya. Dia akan memberikan pasangan hidup yang terbaik untuk kita pada waktu yang tepat dan orang yang tepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: